Zat gizi sangat penting untuk
pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pertumbuhan bayi menggambarkan asupan
zat gizi dan merupakan alat untuk mengkaji status gizi bayi dan balita.
Berat lahir bayi akan bertambah dua kali lipat pada usia lima bulan dan
akan mencapai tiga kali lipat saat bayi berusia satu tahun. Berat badan
bayi akan bertambah lebih cepat dibandingkan pertumbuhan panjang badan
bayi. Panjang badan bayi akan bertambah sekitar 25 cm saat berusia satu
tahun. Pertunbuhan bayi akan melambat pada akhir tahun pertama. Berat badan
bayi akan bertambah kurang dari 4,5 kg selama tahun kedua, sedangkan
panjang badan akan bertambah hanya sekitar 12 cm.
Kebutuhan kalori bayi adalah
sekitar 100 kilo kalori per kilogram berat badan sehari. Selama enam bulan
pertama, air susu ibu (ASI) adalah satu-satunya makanan yang terbaik untuk
bayi. ASI memenuhi kebutuhan kalori yang diperlukan oleh bayi. Pada enam
bulan kedua, bayi mulai dapat diberikan makanan padat sebagai pendamping
ASI yang diberikan. Berbagai zat gizi seperti karbohidrat, protein,
lemak, vitamin, dan mineral sangat penting dan diperlukan oleh bayi.
Karbohidrat
memberikan energi ke seluruh sel tubuh, khusunya otak. Otak bayi
menggunakan lebih banyak glukosa (60% dari asupan energi sehari). Lemak
memilki densitas energi yang tinggi, sangat diperlukan untuk pertumbuhan
cepat bagi bayi baru lahir. Kolostrum yang merupakan ASI yang pertama kali
keluar, mengandung lemak dan asam lemak yang tinggi yang sangat diperlukan
untuk perkembangan awal otak dan sistem imun serta sistem syaraf.
Protein merupakan zat gizi yang sangat penting untuk pertumbuhan
bayi. Seluruh sel tubuh dan sebagian besar cairan mengandung protein.
Protein merupakan bahan dasar untuk membangun jaringan tubuh.
Vitamin dan
mineral dibutuhkan oleh bayi dua kali lebih banyak dibandingkan kebutuhan orang
dewasa. Jumlah vitamin dan mineral yang dianjurkan untuk bayi
didasarkan pada jumlah zat gizi yang dikonsumsinya selama diberikan ASI.
ASI memiliki kandungan vitamin dan mineral yang cukup lengkap. ASI
mengandung zat besi, vitamin A dan C, vitamin B, kalsium, kalium, dan asam
amino yang penting untuk pertumbuhan. ASI juga memiliki efek imunologi,
yaitu melindungi bayi terhadap penyakit melalui antibodi yang diberikan ibu
melalui ASI. Kolostrum mengandung Zinc yang jung penting untuk bayi.
Air merupakan
salah satu zat gizi yang diperlukan oleh bayi. Persentase berat badan bayi
yang baru lahir lebih banyak mengandung air. ASI atau susu formula
bayi mengandung cukup air untuk menggantikan cairan yang hilang pada bayi
baru lahir. Sebagian besar cairan pada bayi terletak antara sel
dan dalam pembuluh darah, hal tersebut akan menyebabkan bayi
cepat kehilangan cairan, sehingga berisiko dehidrasi. Kondisi yang
memungkinkan terjadinya dehidrasi adalah ketika bayi mengalami diare dan
dehidrasi. Ibu harus memberikan perhatian khusus jika kondisi tersebut
terjadi karena cukup membahayakan. Kondisi tersebut memerlukan tatalaksana
menggunakan cairan elektrolit khusus untuk bayi.
ASI
mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi. Analisis zat gizi ASI
telah membuktikan hal tersebut. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk
membandingkan pengaruh ASI dan susu formula terhadap pertumbuhan dan
perkembangan bayi. Semua menunjukkan bahwa ASI lebih baik dari susu formula
manapun. Berdasarkan informasi tersebut, dianjurkan kepada
para ibu untuk memberikan ASI sebanyak mungkin kepada bayinya.
Terdapat
beberapa alasan mengapa menyusui sangat dianjurkan dan penting untuk ibu
dan bayi. Menyusui akan merangsang kontraksi rahim, mengurangi perdarahan,
dan mengembalikan rahim kepada ukuran normal. Secara psikologis, menyusui
akan menimbulkan ikatan intim antara ibu dan bayi. Dengan menyusui,
ibu tidak memerlukan biaya yang besar untuk membeli susu formula.
Kalori yang diberikan kepada bayi melalui ASI juga akan membantu ibu
menurunkan berat badan kembali seperti berat badan sebelum hamil.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar