Cari Blog Ini

Selasa, 08 Januari 2013

Gizi Pada Bayi


Gizi pada Bayi

Zat gizi sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pertumbuhan bayi menggambarkan asupan zat gizi dan merupakan alat untuk mengkaji status gizi bayi dan balita. Berat lahir bayi akan bertambah dua kali lipat pada usia lima bulan dan akan mencapai tiga kali lipat saat bayi berusia satu tahun. Berat badan bayi akan bertambah lebih cepat dibandingkan pertumbuhan panjang badan bayi. Panjang badan bayi akan bertambah sekitar 25 cm saat berusia satu tahun. Pertunbuhan bayi akan melambat pada akhir tahun pertama. Berat badan bayi akan bertambah kurang dari 4,5 kg selama tahun kedua, sedangkan panjang badan akan bertambah hanya sekitar 12 cm.

Kebutuhan kalori bayi adalah sekitar 100 kilo kalori per kilogram berat badan sehari. Selama enam bulan pertama, air susu ibu (ASI) adalah satu-satunya makanan yang terbaik untuk bayi. ASI memenuhi kebutuhan kalori yang diperlukan oleh bayi. Pada enam bulan kedua, bayi mulai dapat diberikan makanan padat sebagai pendamping ASI yang diberikan. Berbagai zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral sangat penting dan diperlukan oleh bayi.

Karbohidrat memberikan energi ke seluruh sel tubuh, khusunya otak. Otak bayi menggunakan lebih banyak glukosa (60% dari asupan energi sehari). Lemak memilki densitas energi yang tinggi, sangat diperlukan untuk pertumbuhan cepat bagi bayi baru lahir. Kolostrum yang merupakan ASI yang pertama kali keluar, mengandung lemak dan asam lemak yang tinggi yang sangat diperlukan untuk perkembangan awal otak dan sistem imun serta sistem syaraf.  Protein merupakan zat gizi yang sangat penting untuk pertumbuhan bayi. Seluruh sel tubuh dan sebagian besar cairan mengandung protein. Protein merupakan bahan dasar untuk membangun jaringan tubuh.

Vitamin dan mineral dibutuhkan oleh bayi dua kali lebih banyak dibandingkan kebutuhan orang dewasa. Jumlah vitamin dan mineral yang dianjurkan untuk bayi didasarkan pada jumlah zat gizi yang dikonsumsinya selama diberikan ASI. ASI memiliki kandungan vitamin dan mineral yang cukup lengkap. ASI mengandung zat besi, vitamin A dan C, vitamin B, kalsium, kalium, dan asam amino yang penting untuk pertumbuhan. ASI juga memiliki efek imunologi, yaitu melindungi bayi terhadap penyakit melalui antibodi yang diberikan ibu melalui ASI. Kolostrum mengandung Zinc yang jung penting untuk bayi.

Air merupakan salah satu zat gizi yang diperlukan oleh bayi. Persentase berat badan bayi yang baru lahir lebih banyak mengandung air. ASI atau susu formula bayi mengandung cukup air untuk menggantikan cairan yang hilang pada bayi baru lahir. Sebagian besar cairan pada bayi terletak antara sel dan dalam  pembuluh darah, hal tersebut akan menyebabkan bayi cepat kehilangan cairan, sehingga berisiko dehidrasi. Kondisi yang memungkinkan terjadinya dehidrasi adalah ketika bayi mengalami diare dan dehidrasi. Ibu harus memberikan perhatian khusus jika kondisi tersebut terjadi karena cukup membahayakan. Kondisi tersebut memerlukan tatalaksana menggunakan cairan elektrolit khusus untuk bayi.

ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi. Analisis zat gizi ASI telah membuktikan hal tersebut. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk membandingkan pengaruh ASI dan susu formula terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. Semua menunjukkan bahwa ASI lebih baik dari susu formula manapun. Berdasarkan informasi tersebut, dianjurkan kepada para ibu untuk memberikan ASI sebanyak mungkin kepada bayinya.

Terdapat beberapa alasan mengapa menyusui sangat dianjurkan dan penting untuk ibu dan bayi. Menyusui akan merangsang kontraksi rahim, mengurangi perdarahan, dan mengembalikan rahim kepada ukuran normal. Secara psikologis, menyusui akan menimbulkan ikatan intim antara ibu dan bayi. Dengan menyusui, ibu tidak memerlukan biaya yang besar untuk membeli susu formula. Kalori yang diberikan kepada bayi melalui ASI juga akan membantu ibu menurunkan berat badan kembali seperti  berat badan sebelum hamil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar